Thursday, February 25, 2016

Peterpan dan Seorang Darwis

Disuatu Dimensi Paralel.

Kata PETERPAN. "tak ada yang abadi"

kata Darwis "kata siapa PAN? Noh nabi Khidir abadi! Karena minum Air Kehidupan, Ayn-Al Hayat"

"kagak mati mati?"

"mati sih pas kiamat".....

"tuh kan mati juga"

"yaakali mau tetep idup pas dunia udah ancur Pan!"

"yang Abadi mah cuma Allah SWT! Kan wis?"

"yoihhh Pan! Khidir gak abadi! Kesedihan gak abadi, Kegalauan gak abadi, Kesendirian gak abadi, Kesusahan pun gak abadi!
Seabadi abadinya nabi Khidir dia tetep punya batas waktu. Pas Kiamat"

"lahhhh manusia punya batas waktu gak Wis?"

"punya kok! Batas waktunya Surat Al Insyiroh ayat 5-6 Pan! Sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan!"

"kan maennnn wiss!!!!"

"yoihh PAN"

Wednesday, February 24, 2016

#FiksiMini: Pisang Raja

FiksiMini edisi : Pisang

MANA RATU : "Bang Kok adanya Pisang Raja doang? Ratunya mana?"

"Alah neng Ibukota aja gak harus ada BapakKota kan?"
.
.
.

UDAH BUBAR: "Bang Kok adanya Pisang Raja doang? Ratunya mana?"

"Udah bubar neng... Skrg jadinya Duo Maia"

"Sehat bang?"
.
.
.

CATUR: "Bang Kok adanya Pisang Raja doang? Ratunya mana?"

"Ratunya udah mati nih sama benteng! Skak Matt!!"

"Sehat Bang?"
.
.
.

IBU NEGARA: "Bang Kok adanya Pisang Raja doang? Ratunya mana?"

"Kalo Ratu mah di Inggris neng,Indonesia Mah Ibu Negara!"

"Yoihh"


Saturday, February 20, 2016

Nonton Anime Dosa!

Nonton Anime Dosa!
Oleh : MDG

"Kak kata mentor gue, nonton anime itu dosa karena anime itu menyerupai mahluk hidup"
Cerita murid gue yg seorang pecinta anime dan sekarang lagi aktif di rohis.

Apa betul seperti itu?

Pertama mari kita buka dulu pikiran kita selebar lebarnya!

Mengapa saya menyuruh seperti itu? karena pada hakikatnya hal ini bukanlah berada pada konteks agama, tapi konteks budaya.

Wednesday, February 17, 2016

#FiksiMini--- Segala Hewan

#FiksiMini tema : Hewan

BANYAK TIKUS: bila poli berarti banyak, maka Politikus bisa juga diartikan?
Tikus Beranak. #FiksiMini 

Tuesday, February 16, 2016

Guru Ku Ohh UNJ KU

Tentang Guru ku. Tentang UNJ ku.

Bermula dari keresahan saya sebagai guru les kala itu. Saya adalah tipikal orang yang sangat suka memperhatikan hal-hal kecil, sepele. Baliho. Sebagai seorang guru les dari salah satu lembaga bimbingan belajar di Jakarta, memperhatikan baliho-baliho iklan dari lembaga bimbel lainnya sudah menjadi hobi tersendiri bagi saya. Namun hobi itu sejujurnya hanya sekedar memastikan. Memastikan apakah almamater saya cukup menjadi pilihan favorit untuk dijadikan studi lanjutan para siswa setelah lulus SMA, dengan tolak ukur logo-logo universitas yang ada pada tiap baliho lembaga bimbel tersebut. Terpampang lah UI, ITB, UGM, UNPAD, UNDIP, UNBRAW. Di tempat bimbel lain pun serupa. Lah UNJ mana? Yaa UNJ adalah Alamamater saya, padahal Ia juga merupakan salah satu Universitas Negri di Jakarta?!

Menyangkal Einstein

Gen Ketampanan Dekat Dengan Gen Kebodohan?
.
.
.
Ada satu insight yang takkan pernah saya lupa, diucapkan oleh Guru IPA saya kala kelas 3 SMP, sebutlah nama Guru saya itu adalah Bu Indah (samaran), beliau berkata dengan mengutip kata seorang tokoh kala itu.

"Einstein berkata 'bahwa Gen Orang Tampan atau Orang Cantik dekat dengan Gen Kebodohan"

Kala itu saya hanya bisa menerima insight itu, dan menyimpannya kedalam Memory Jangka Panjang. Namun dalam hati timbul sebuah pertanyaan.

Berarti cowo ganteng sama cewe cantik goblok gitu maksud si Einstein?


Namun beberapa tahun kemudian, saya begitu banyak melihat distorsi dari pernytaan tersebut.

Baiklah, saya akan menggunakan contoh yang Universal saja untuk memudahkan penyelarasaan presepsi.
dimulai dari Isyana Sarasvati, saya rasa semua sepakat bahwa dia adalah sesosok penyanyi yang sedang naik daun dan berparas cantik. Siapa sangka dara yg lahir tanggal 3 mei 1993 ini adalah penyandang gelar lulusan terbaik (Cumlaude) dari Nannyang Accademy of Fine Arts, Singapore, ia pun Lulusan dari Royal
Collage of Music, UK. Cantik dan Berprestasi bukan?

Beda Isyana beda pula Vidi Aldiano, bermula berkulian di UPH jurusan Manajemen, lalu ia pun melanjutkan studi nya di Berklee Collage of Music. Lalu melanjutkan lagi studi S2 nya di University Of Manchester (2013-2014). Tampan dan Berprestasi juga bukan?

Pun, bila saya harus memkai sudut pandang Opini Subjektf. Sejujurnya teman teman saya dari SD-Universitas tak sedikit teman-teman saya yang Cantik dan Tampan namun tetap berprestasi.
Jadi, Mohon maaf Ibu, tanpa harus mengurangi rasa hormat saya saat ini. Maka bisa saya katakan. Apa yang ibu katakan 7 tahun lalu itu tidak Valid dan Reliabel.
.
.
.
.
.
.
.
Ehh sebentar-sebentar. ini bukan salah Bu Indah. Saya ralat.
Jadi, Maaf bisa saya katakan. Dengan segala kerendahan hati saya terpaksa mengatakan

Bahwa

apa yang Albert Einstein utarakan pada abad 20, sudah tidak valid dan reliabel lagi pada abad 21.

Sekian.

Tertanda MDG

Know Your Enemy

Bismillah.

Know Your Enemy.

Saat umur 13 tahun, nabi Muhammad hampir mati terbunuh.

Kala itu ia ikut rombongan pamannya Abu Tholib untuk berdagang di satu negri.
Di tengah perjalanan, rombongan tersebut dihentikan oleh Pendeta Nasrani. Pendeta itu melihat Muhammad kecil lama sekali. Lalu tercekat! Abu tholib yg menyadari perubahan raut muka sang pendeta lalu menanyakan ada apa gerangan.

Pendeta itu membawa Muhammad kecil dan pamannya untuk bicara 6 mata. Setelah sebelumnya ia melihat tanda pada tubuh Muhammad kecil. Ada yang ia pastikan.